Ingin Turunkan Berat Badan? Begini Cara Minum Green Coffee Bean yang Dianjurkan
Kopi hijau alias green coffee bean belakangan ini cukup populer dikonsumsi untuk diet atau menurunkan berat badan. Dibandingkan kopi biasa, kopi hijau disebut-sebut lebih efektif karena masih kaya akan kandungan asam klorogenik. Kopi hijau pada dasarnya diperoleh dari biji kopi yang masih mentah atau belum disangrai. Kopi biasa yang telah melalui proses sangrai biasanya kandungan chlorogenic acid-nya sudah jauh berkurang. Cara minum green coffee bean pun agak berbeda dari kopi biasa.
Setidaknya ada sederet manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi green coffee bean, asalkan cara penyajian atau cara minumnya tepat. Berikut ulasan lengkap mengenai khasiat green coffee bean.
Manfaat Green Coffee Bean
- Kaya akan antioksidan yang berkhasiat untuk membuat zat-zat kimia dalam tubuh.
- Mengecilkan lingkar pinggang.
- Menguatkan kuku, tulang, dan rambut.
- Menurunkan kadar gula darah yang berlebih.
- Menghancurkan sekaligus membakar lemak.
- Menekan nafsu makan.
- Menurunkan berat badan.
- Menurunkan tekanan darah tinggi.
- Mencerahkan dan menghaluskan tekstur kulit.
Menurut Go Dok (2019), selain kafein, terdapat kandungan lain pada kopi yang mampu menurunkan berat badan lebih cepat, yakni asam klorogenat. Penggorengan dan pemanggangan mengurangi kandungan zat ini. Kopi hijau yang tidak dipanggang dan tidak digoreng memiliki kandungan asam klorogenat lebih tinggi daripada kopi biasa, sehingga lebih efektif untuk membantu penurunan berat badan.
Masih menurut sumber yang sama, asam klorogenat bekerja di saluran pencernaan dengan mengurangi penyerapan karbohidrat, sehingga akan menurunkan kadar gula darah dan insulin, juga mengurangi penyerapan lemak sehingga akan menghambat bertambahnya timbunan lemak tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang mengonsumsi kopi ini secara rutin mengalami penurunan berat badan lebih besar dibanding mereka yang tak mengonsumsinya.
Nah, secara umum ada dua metode yang biasa digunakan untuk menyajikan minuman kopi hijau, yakni dengan cara diseduh bubuk kopinya atau direbus. Berikut penjelasan langkah-langkahnya.
Cara Membuat Minuman Green Coffee Bean
Dengan Metode Direbus:
- Rebus sekitar 15 gram atau 1 sdm (sendok makan) green coffee bean beserta 400 ml atau 2 gelas air minum.
- Tunggu sampai air mendidih, lalu kecilkan api. Biarkan sekitar 10 menit.
- Matikan api lalu biarkan lagi selama 10-15 menit supaya biji mengendap dan ekstrak chlorogenic acid keluar secara alami. Apabila semakin lama direndam, maka warnanya akan semakin hijau pekat dan semakin pahit. Anda bisa menyesuaikan warna dan tingkat pahitnya sesuai selera.
- Apabila air rebusan kopi hijau tersebut sudah berwarna hijau, saring dan tampung di wadah.
- Air tersebut dapat langsung Anda minum atau disimpan di kulkas.
- Kopi hijau disarankan untuk diminum 3 kali sehari (sebelum dan sesudah makan siang) untuk memperoleh hasil yang maksimal. Jika tidak suka rasa yang terlalu pahit, Anda bisa menambahkan gula rendah kalori atau air rebusan ditambahkan air secukupnya saat dikonsumsi. Biji kopi hijau dapat direbus lagi hingga 2 kali.
Dengan Metode Diseduh:
- Ambil 1 sdt (sendok teh) bubuk kopi hijau, seduh dengan 200 ml atau 1 gelas air panas.
- Tunggu sampai agak hangat dengan mengaduknya supaya tercampur rata, lalu minum sebanyak 2 kali sehari. Sebaiknya diminum 30 menit sebelum sarapan dan makan siang.
- Sisa ampas yang mengendap dapat diseduh lagi untuk 1 kali minum.
- Untuk mendapatkan khasiat yang maksimal, khususnya untuk diet, sebaiknya jangan menambahkan gula pada minuman kopi hijau.
Di antara kedua metode tersebut, mana yang terbaik? Kabarnya zat chlorogenic acid baru akan keluar secara maksimal jika dilakukan ekstraksi pada biji kopi, yakni dengan direbus. Meski demikian, jika Anda sedang tidak memiliki banyak waktu, maka proses penyeduhan bisa menjadi alternatif.
Selain itu, perlu diperhatikan pula bahwa konsumsi green coffee bean juga tidak boleh berlebihan. Jika Anda memiliki sakit maaf, maka Anda bisa meminum kopi hijau sesudah makan (jangan dalam kondisi perut kosong). Minuman ini hanya dapat digunakan oleh Anda yang berusia 18-50 tahun dan kurang cocok diminum oleh Anda yang mempunyai kondisi jantung lemah, diabetes, atau semacamnya.
Referensi:
Go Dok. 2019. Dietclopedia: 110 Rahasia Diet Sehat. Irawati L dkk, editor. Jakarta (ID): Grasindo.


Leave a comment