Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Cacat Lahir pada Bayi?

Ilustrasi: ibu hamil (sumber: parents.com) Ilustrasi: ibu hamil (sumber: parents.com)

Risiko cacat lahir menjadi momok tersendiri bagi para wanita hamil atau bagi pasangan yang ingin memiliki momongan. Banyak perempuan hamil meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati agar bayinya tidak mengalami cacat saat lahir, terutama bagi mereka yang memiliki masalah medis. Untuk mencegah agar bayi tidak mengalami cacat lahir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh calon orang tua.

Kebanyakan calon ibu mungkin akan terlanjur depresi ketika mereka mengetahui bahwa kondisi bayi yang mereka kandung memiliki risiko cacat lahir. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena beberapa cara berikut bisa Anda jadikan sebagai tameng agar bayi Anda lahir dalam kondisi yang sehat.

Melakukan Vaksin

Vaksin sangat penting dilakukan oleh wanita yang sedang menjalani promil atau bagi wanita hamil. Dilansir dari Harvard Health Publishing, seorang wanita yang ingin hamil atau sedang hamil, harus paham mengenai jenis vaksin yang harus mereka lakukan. Mereka harus selalu update mengenai informasi terbaru tentang vaksin.

Setidaknya, mereka harus paham tentang waktu dan tempat untuk vaksin, seperti vaksinasi campak, gondok, dan rubella (MMR), influenza, dan varicella  atau cacar air. Vaksin sendiri sangat penting untuk mencegah terjadinya cacat lahir akibat penyakit dan virus.

Paparan dan infeksi rubella pada wanita hamil misalnya, dapat menyebabkan cacat lahir. Selain itu, beberapa penyakit ringan, seperti flu dan cacar air, dapat membuat tubuh wanita hamil menjadi semakin lemah. Kondisi wanita hamil yang semakin lemah tentunya tidak baik untuk kondisi janin. Pastikan jika Anda sedang hamil, Anda melakukan vaksin.

Ilustrasi: vaksinasi ibu hamil (sumber: clevelandclinic.org)

Ilustrasi: vaksinasi ibu hamil (sumber: clevelandclinic.org)

Mengonsumsi Asam Folat

Bagi Anda yang memiliki kadar asam folat rendah dalam tubuh, ini juga berbahaya bagi calon bayi Anda nantinya. Asam folat seorang wanita yang hamil harus terpenuhi dengan baik. Jika tidak, ini akan membuat bayi lahir cacat atau memiliki keterbelakangan dalam berpikir. Jika Anda sedang hamil, konsumsilah makanan atau minuman yang mengandung asam folat setiap hari.

Baca juga:  Kandungan dan Cara Membuat Masker Beras Kencur untuk Atasi Jerawat

Mengonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan asam folat setiap hari, dapat memenuhi kebutuhan asam folat Anda. Anda bisa mengonsumsi susu ibu hamil dan suplemen jika Anda merasa kadar asam folat Anda kurang. Untuk mengetahui kadar asam folat pada wanita hamil, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter dan melakukan pemeriksaan medis.

Asam folat tidak hanya baik untuk ibu hamil. Bagi Anda yang sedang melakukan promil, juga memerlukan asam folat. Semua wanita yang menjalani promil, harus mengonsumsi vitamin prenatal harian yang mengandung asam folat setidaknya 400 mcg. Asam folat membantu mengurangi risiko cacat lahir tertentu, seperti cacat tabung saraf.

Olahraga Secara Teratur

Sebagai wanita yang ingin hamil atau sedang hamil, Anda perlu menjalani pola hidup sehat. Pola hidup sehat yang utama bagi wanita hamil dan wanita promil yaitu olahraga. Tentunya, olahraga untuk ibu hamil dan wanita yang ingin hamil berbeda. Jika Anda sedang hamil, Anda perlu melakukan olahraga yang berkaitan dengan pernapasan.

Baca juga:  Berapa Langkah per Hari untuk Mengurangi Risiko Penyakit Kronis?

Ada senam ibu hamil yang bisa Anda lakukan setiap pagi. Senam ibu hamil ini akan membantu Anda mengatur sistem pernapasan, sehingga Anda tidak akan merasa sesak napas di saat hamil tua nantinya. Proses persalinan juga akan berjalan lebih lancar jika Anda mempelajari senam ibu hamil dengan mudah.

Sementara, untuk Anda yang saat ini sedang menjalani promil, Anda bisa melakukan olahraga dengan bebas, seperti melakukan jogging, lari estafet, yoga, dan lainnya. Meskipun begitu, perlu Anda ketahui jika Anda sedang hamil, Anda tidak disarankan melakukan jenis olahraga yang membutuhkan banyak tenaga, seperti angkat beban dan pilates.

Ilustrasi: latihan olahraga ibu hamil (sumber: cbsnews.com)

Ilustrasi: latihan olahraga ibu hamil (sumber: cbsnews.com)

Tidak Mengonsumsi Alkohol dan Obat-obatan

Bagi mereka yang kecanduan alkohol, mungkin akan sulit menghilangkan kebiasaannya. Meskipun begitu, jika Anda ingin memiliki momongan yang sehat, Anda harus bisa menghindarinya selama kehamilan. Tidak hanya berlaku untuk wanita hamil, bagi Anda yang sedang menjalani promil, juga harus menjauhi alkohol.

Alkohol dapat meningkatkan suhu tubuh dan merusak hormon pada tubuh Anda. Meningkatnya suhu tubuh yang berlebihan dapat membuat bayi mengalami cacat tabung saraf dan keterbelakangan mental. Sementara, pada wanita promil, alkohol akan menurunkan tingkat kesuburan Anda.

Selain alkohol, wanita hamil juga tidak disarankan mengonsumsi obat-obatan. Jika Anda sakit flu, tetapi tidak merasa dalam kondisi yang terlalu parah, Anda disarankan tidak mengonsumsi obat flu. Obat-obatan dengan bahan kimia tidak baik untuk kesehatan bayi Anda. Beberapa jenis obat dengan dosis keras mampu membuat janin lahir secara tidak normal, bahkan keguguran.

Baca juga:  Pengertian, Review, dan Manfaat Sariayu Peel Off Mask

Jika Anda ingin mengonsumsi obat untuk mengatasi penyakit, seperti flu, demam, batuk, radang, dan sebagainya, maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Biasanya, dokter akan memberikan beberapa jenis obat khusus yang memang aman untuk dikonsumsi wanita hamil. Hindari membeli obat sendiri di apotek atau toko online tanpa resep dokter jika Anda sedang hamil.

Konsumsi Makanan yang Bernutrisi

Cara yang ampuh untuk membuat bayi Anda lahir sehat dan promil Anda berjalan dengan baik, yaitu mengonsumsi makanan bernutrisi. Konsumsilah makanan-makanan yang bernutrisi lengkap, terutama makanan yang mengandung asam folat dan kalium tinggi. Ini akan membantu Anda cepat hamil dan bayi Anda lahir dengan sehat. Beberapa jenis makanan yang baik dikonsumsi ibu hamil adalah kacang-kacangan, susu ibu hamil, yogurt plain rendah lemak, sayur hijau, pisang, telur ayam, dan daging rendah lemak.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan sekaligus mencegah risiko bayi cacat lahir. Selain menjalankan cara-cara di atas, Anda juga harus berkonsultasi secara rutin ke dokter kandungan secara berkala. Ini untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda dan bayi Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*