Kulit Iritasi Akibat Cuci Muka? Bisa Jadi Tanda Kurang Tepat Saat Membersihkannya

Ilustrasi: masalah kulit wajah (sumber: realself.com) Ilustrasi: masalah kulit wajah (sumber: realself.com)

Alih-alih membersihkan wajah menggunakan sabun supaya bersih, beberapa orang justru mengalami iritasi yang menimbulkan bekas di kulitnya. Ini karena perubahan pH pada kulit yang meninggalkan keadaan fisiologis negatif seperti peningkatan sensitivitas kulit.[1] Lalu, bagaimana cara mencuci muka yang tepat supaya tidak iritasi?

Pentingnya Mencuci Muka

Mencuci wajah bukan hanya bagian dari rutinitas sehari-hari yang menyenangkan, tetapi juga sebagai langkah penting dalam merawat kulit. Dilansir dari HuffPost, permukaan kulit wajah yang rentan terhadap polusi dan kotoran memang harus dibersihkan supaya terhindar dari tanda-tanda penuaan dini.

“Membersihkan kulit bisa menjadi langkah penting dalam upaya melindunginya,” kata dokter kulit Arianne Shadi Kourosh, asisten profesor di Harvard Medical School. “Khususnya, bagi kita yang tinggal di lingkungan perkotaan, karena kulit harus berhadapan dengan radiasi sinar matahari, layar komputer, hingga polusi udara yang mengandung bahan kimia.”

Kotoran dan zat polutan bisa mengendap di kulit dan berisiko merusak pelindung kulit hingga bagian epidermis kulit, sehingga menyebabkan tanda penuaan dini seperti flek dan kerutan. Untuk mencegahnya, dibutuhkan pembersih khusus untuk kulit wajah yang dapat menyerap dan menghilangkan kotoran di kulit wajah.

Baca juga:  Garnier Pure Active Masker Clay Matcha, Masker Untuk Usir Komedo Favorit Wanita

Namun, Anda juga perlu memahami cara menggunakan pembersih wajah dengan tepat. Terlalu lama, sering, dan banyak menggunakan produk pembersih wajah justru bisa meningkatkan sensitivitas kulit yang menyebabkan kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi seperti jerawat, bruntusan, hingga pengelupasan kulit. Selain itu, perhatikan tips berikut supaya Anda bisa membersihkan kulit wajah dengan baik.

Tips Mencuci Muka Supaya Tidak Iritasi

Mencuci muka (sumber: ruelala.com)
Mencuci muka (sumber: ruelala.com)

Jangan Mencuci Kulit Hingga Menimbulkan Bunyi

Beberapa orang merasa tidak bersih jika wajahnya tidak bisa menimbulkan suara berderit saat dicuci. Ingat, kulit wajah Anda bukanlah kaca atau porselen yang mudah berderit setelah dibersihkan. Kulit wajah memiliki elastisitas dan kekenyalan yang membuatnya tidak mudah mengeluarkan suara saat dicuci. Anda perlu waspada, jika ada suara deritan setelah membilas wajah. Bisa jadi, itu adalah tanda bahwa kulit Anda sudah mulai kehilangan kekenyalan dan elastisitas.

“Deritan atau bunyi melengking setelah Anda membersihkan kulit wajah, sebenarnya bukan tanda yang baik,” kata Dokter Kulit Jennifer David. “Ini adalah tanda bahwa kulit kehilangan minyak dan lipid alami, sehingga terkesan kering, terlalu kencang, dan tidak kenyal.”

Untuk itu, Anda disarankan membersihkan wajah secara perlahan. Gunakan tangan atau aplikator yang lembut supaya tidak ada deritan setelah Anda mencuci wajah. Anda juga tidak disarankan menggosok wajah terlalu lama menggunakan sabun, karena bisa membuat kulit menjadi kering.

Baca juga:  Apakah Alat Monitor Kesehatan Benar-Benar Akurat?

Cuci Wajah Dua Kali Sehari

“Orang-orang harus mencuci muka dua kali sehari, yakni pagi dan sore hari,” kata Dokter Kulit Jeannette Graf, asisten profesor klinis dermatologi di Mount Sinai School of Medicine. “Beberapa orang hanya mencuci muka di malam hari, tetapi yang mungkin tidak mereka ketahui adalah bahwa kulit Anda melakukan detoks di malam hari. Ketika Anda bangun, semua racun muncul di permukaan kulit, sehingga Anda perlu mencuci muka lagi di pagi hari untuk menghilangkannya.”

Namun, Anda juga harus memperhatikan kondisi kulit Anda. Jika kulit Anda sangat kering, gunakan air untuk mencuci kulit wajah dan hindari sabun. Air yang bersih akan melarutkan semua minyak di kulit wajah, sekaligus mengangkat kotoran. Sementara itu, jika kulit Anda terlalu berminyak, gunakan sabun wajah secukupnya.

Dan perlu diingat bahwa mencuci wajah dua kali sehari hanyalah pedoman. Jika Anda memiliki banyak aktivitas yang membuat kulit wajah Anda sering kotor, tak ada salahnya untuk mencucinya lebih dari tiga kali menggunakan air tanpa sabun. “Adalah ide yang baik untuk mencuci wajah Anda ketika wajah Anda sangat berkeringat, seperti setelah berolahraga,” kata Dokter Kulit Nkem Ugonabo.

Baca juga:  Rekomendasi Alas Bedak (Foundation) Wardah Untuk Pemilik Kulit Wajah Kering

Gunakan Air Bersuhu Normal

Menggunakan air hangat atau air es untuk mencuci muka memang ada baiknya. Suhu yang hangat akan membuka pori-pori dan membantu membersihkan minyak dengan lebih cepat. Sementara itu, menggunakan air es diklaim bisa mengembalikan ukuran pori-pori yang lebar sekaligus mengencangkan kulit. Kendati demikian, tidak semua orang akan mendapatkan manfaatnya. Dilansir dari Kompas, mencuci muka dengan air bersuhu tinggi juga dapat meningkatkan sensitivitas kulit, sehingga kulit wajah rentan terhadap pengelupasan. Sebaiknya, Anda tetap memakai air bersuhu normal, apalagi jika jenis sabun wajah Anda adalah facial scrub yang berfungsi mengangkat sel kulit mati dan kotoran.

[1] Oktavia, Nikken Rima. 2014. Efektivitas Beberapa Sabun Pembersih Wajah Antiacne terhadap Pertumbuhan Bakteri Propionibacterium Acnes (Skripsi). Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*