Efek Samping & Bahaya Konsumsi Kapur Sirih Berlebihan
Kapur sirih sebenarnya adalah sebutan lain untuk bahan kimia bernama kalsium hidroksida atau Ca(OH)2. Meski sebutannya kapur sirih, bahan ini bukan berasal dari daun atau tanaman sirih. Kapur sirih atau kalsium hidroksida memiliki wujud berupa bubuk berwarna putih yang tidak berbau. Kapur sirih bisa dibeli di pasar tradisional, di pedagang yang menjual bumbu rempah atau bunga tabur.[1] Walaupun banyak dibutuhkan untuk membuat kue, kabarnya ada bahaya mengintai dari konsumsi kapur sirih secara berlebihan. Apa saja?
Manfaat & Kegunaan Kapur Sirih
Membuat Keripik Lebih Garing
Air kapur sirih kerap dipakai untuk membuat gorengan atau bahkan keripik supaya lebih garing. Caranya cukup mudah, Anda tinggal mengiris tipis bahan untuk keripik, lalu cuci dengan air sampai air bilasannya bening. Kemudian air kapur sirih yang telah diencerkan, ambil bagian beningnya saja dan dipakai untuk merendam bahan keripik tersebut selama 1 jam. Tiriskan dan goreng sampai kering.
Membuat Klepon atau Cendol Lebih Kesat & Kenyal
Beberapa sendok air kapur sirih dapat ditambahkan dalam adonan cendol atau klepon supaya hasilnya lebih enak, kenyal, dan tak mudah hancur.
Membuat Rempeyek Lebih Garing dan Tahan Lama
Anda dapat memakai air kapur sirih (bagian yang bening saja) untuk dicampurkan ke dalam adonan peyek. Dengan demikian, hasil rempeyek buatan Anda dijamin lebih garing dan juga bisa bertahan lama.
Membuat Ketupat & Lontong Lebih Tahan Lama
Untuk menghasilkan ketupat atau lontong dengan tekstur yang lebih kenyal dan tahan lama, ternyata bisa memanfaatkan air kapur sirih. Anda tinggal mencampurkan sedikit air kapur sirih dalam beras yang hendak diolah menjadi lontong maupun ketupat. Kemudian diamkan beras tersebut selama 60 menit sebelum dibungkus.
Membuat Tekstur Potongan Buah Lebih Renyah
Potongan buah yang hendak digunakan menjadi manisan bisa tetap terasa renyah bila direndam dengan air kapur sirih. Caranya, usai potongan buah dibersihkan, Anda bisa merendamnya dalam air bersih yang diberi air kapur sirih. Kemudian bilas menggunakan air bersih sampai sisa air kapur sirih tidak lagi menempel pada buah.
Mengobati Diare
Selain menambah kenikmatan suatu makanan, air kapur sirih juga bisa meredakan diare. Caranya, cukup minum air rebusan potongan kunyit bersih yang ditambah 1 sendok air kapur sirih. Minum ramuan tersebut 3 kali sehari sampai diare sembuh.
Mengobati Luka Bakar
Anda juga bisa mencampurkan sejumput air kapur sirih dengan bubuk kunyit dan air kelapa hingga berbentuk pasta, lalu dioleskan pada area kulit yang mengalami luka bakar.
Bahaya Konsumsi Kapur Sirih Berlebihan
- Memicu sariawan
- Memicu pertumbuhan tahi lalat yang lebih buruk
- Mengakibatkan dehidrasi
- Memicu penyakit kanker lidah
- Mengakibatkan rambut rontok berlebihan bila dioleskan ke kulit kepala
- Menyebabkan gangguan pencernaan
- Mengganggu metabolisme tubuh
- Memicu kelainan kromosom janin
Segala potensi bahaya dari penggunaan kapur sirih tersebut rupanya masih bisa diminimalisir apabila kapur sirih ditambahkan dengan bahan-bahan tertentu seperti air jeruk lemon, air kunyit, madu, minyak zaitun, hingga digunakan bersamaan dengan buah pinang dan air jeruk nipis.
Selama ini banyak orang beranggapan bahwa penggunaan kapur sirih dalam makanan bisa menimbulkan risiko efek samping yang berbahaya untuk kesehatan. Namun, dilansir dari Sehatq, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan bahwa jika kita menggunakan kapur sirih food grade yang memang khusus untuk makanan, maka tak perlu ada yang dikhawatirkan. Oleh sebab itu, pastikan Anda hanya memakai kapur sirih food grade, bukan kalsium hidroksida untuk keperluan industri.
Apabila Anda teledor dan salah memakai kalsium hidroksida untuk keperluan industri, maka sangat berisiko menyebabkan efek yang berbahaya seperti kebutaan, nyeri atau bengkak di tenggorokan, rasa terbakar di bibir atau lidah, kesulitan bernapas, sakit perut, mual, muntah, muntah darah, ada darah pada feses, kehilangan kesadaran atau pingsan, tekanan darah rendah, penurunan tingkat keasaman darah, hingga iritasi kulit.
[1] Susanto, S. 2007. Kreasi Jajan Pasar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 8.

Leave a comment