Apakah Efek Samping & Bahaya Dermapen?
Dermapen menjadi salah satu prosedur perawatan yang populer di klinik kecantikan untuk membantu menyamarkan bopeng atau bekas jerawat. Meski demikian, prosedur yang agak “menyakitkan” ini membuat beberapa orang khawatir dengan efek sampingnya. Apakah dermapen tidak menimbulkan bahaya untuk kulit?
Apa Itu Dermapen?
Dermapen merupakan alat terobosan baru untuk meremajakan kulit, scar treatment untuk menyempurnakan kulit wajah yang bopeng akibat jerawat atau cacar. Dermapen sendiri adalah salah satu alat dengan jarum halus yang berukuran sangat kecil (sekitar 0,2-0,5 mm). Ketebalan jarum disesuaikan dengan kondisi wajah pasien untuk merangsang regenerasi kulit bagian dalam untuk mengikis kulit mati sehingga terbuka. Pada saat inilah kulit sangat membutuhkan asupan berupa kolagen dan serum scar agar regenerasi kulit nanti akan menghasilkan kulit yang lebih baik dan sempurna.
Selama ini treatment dermapen kerap disamakan dengan dermaroller. Dermapen merupakan suatu metode kecantikan dengan menggunakan pen yang memiliki banyak jarum kecil pada ujungnya. Dengan metode ini diharapkan krim/obat yang akan dimasukkan dapat menyerap lebih sempurna ke dalam kulit. Sedangkan dermaroller sebenarnya prinsip kerjanya hampir sama dengan dermapen namun alat yang digunakan berbentuk roller.Berikut ini manfaat yang diperoleh dalam pemakaian dermapen.
Manfaat Dermapen
- Meregenerasi dan memperbaiki diri secara alami dan aman.
- Membantu menghilangkan bekas jerawat.
- Mengecilkan pori-pori.
- Menghaluskan kulit dan mencerahkan kulit.
- Membuat kulit tampak lebih muda.
- Menghilangkan kerutan pada wajah.
- Menghilangkan bintik-bintik cokelat.
Dermapen atau dermaroller tidak menyebabkan infeksi. Sesudah di-roller, kulit memerah selama dua hari. Sesudah itu, kulit akan kembali seperti semula. Banyaknya perawatan tergantung pada kebutuhan kulit, jika ringan cukup 1 atau 2 kali. Untuk hasil yang lebih maksimal bisa dilakukan perawatan dermaroller tersebut sebulan sekali.[1]
Prosedur Dermapen
Terapi dengan menggunakan dermarolleratau dermapenini memang pada prosesnya agak kurang nyaman. Namun, dengan beberapa kali terapi (bergantung pada kondisi pori-pori besarnya), bisa memberikan hasil yang baik. Bentuk dermaroller seperti “landak” dengan duri-duri berupa jarum yang sangat kecil, sementara bentuk dermapen adalah seperti bolpen dengan ujungnya berupa jarum-jarum kecil. Keduanya serupa, tinggal bergantung pada manakah yang tersedia di klinik yang kita kunjungi.
Sebelumnya, seluruh wajah kita akan diberikan krim anestesi dan diberikan wrapping dengan plastik, kemudian ditunggu selama 45-60 menit. Setelah itu, wajah kita akan terasa agak baal karena krim anestesi tersebut. Dokter akan memulai proses dermaroller atau dermapen dengan cara memajankan jarum-jarum kecil pada alat ke wajah kita.[2]
Jangan kaget jika nanti akan tampak titik-titik darah di wajah kita, seperti proses bekam. Justru, dengan adanya titik-titik darah tersebut, artinya jarum-jarum kecil ini sudah cukup kedalamannya untuk “memberikan ruang” bagi serum pengecil pori yang akan diberikan setelah pengaplikasiandermaroller atau dermapen. Kalau tidak muncul titik-titik darah, serum akan lebih sulit melewati lapisan kulit kita untuk memberikan efek yang maksimal dalam mengecilkan pori.[3]
Treatment dermaroller atau dermapen biasanya dapat dilakukan di sejumlah klinik kecantikan dengan biaya mulai Rp1,6 jutaan. Harga yang berlaku di setiap beauty clinic bisa saja berbeda-beda, tergantung kondisi kulit Anda. Berikut efek samping dan bahaya dari treatment dermapen.
Efek Samping & Bahaya Dermapen
Menurut dr. WindaIndriati dari Alodokter, treatment dermapen memang akan menimbulkan suatu perlukaan di area wajah. “Mungkin sekali dapat timbul bekas luka pada wajah namun dengan ukuran sangat kecil. Jadi sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun bila memang terdapat keluhan lain misalnya menjadi ada nanah atau timbul rasa nyeri pada seluruh area wajah maka sebaiknya segera lakukanlah konsultasi dengan dokter kulit dan kelamin,” jelasnya.
Sementara itu, dr MulianiSukiman menambahkan, efek samping yang didapatkan dari dermaroller/dermapen adalah terjadinya peradangan kulit sehingga kulit wajah menjadi kemerahan, bengkak, dan perih. Kondisi ini umumnya berlangsung selama sekitar 5-7 hari dan merupakan hal yang normal. Untuk meredakan peradangan yang timbul dokter umumnya akan meresepkan krim kortikosteroid selama 3 hari pertama.
“Selain itu efek samping lain yang dapat timbul adalah hiperpigmentasi kulit (akibat paparan sinar matahari atau panas), timbulnya infeksi, luka memar, kondisi medis yang lainnya seperti rosacea, dan sebagainya. Namun dengan prosedur, teknik, dan penanganan yang baik umumnya efek samping ini dapat dihindari dan diatasi dengan baik,” pungkasnya.
[1]Ermavianti, D & Ani S. 2020. Perawatan Wajah, Badan (Body Massage), dan Waxing SMK/MAK Kelas XII: Bidang Keahlian Pariwisata. Yogyakarta: ANDI, hlm 32.
[2]Rianda, D. 2017. Beauty Undercover For Muslimah. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 59.
[3]Ibid., hlm 60.


Leave a comment