Bahaya dan Pantangan Setelah KB Implan, Anda Wajib Tahu!
Program KB atau Keluarga Berencana sangat berguna untuk mengatur jumlah anak yang Anda inginkan bersama pasangan, serta mengatur jarak usia antar anak. Pilihan kontrasepsi dalam KB pun ada bermacam-macam, mulai dari pil KB, IUD, hingga yang tak kalah populer adalah KB implan. Namun, masih banyak wanita yang belum paham mengenai bahaya, efek samping, dan pantangan setelah KB implan.
Implant merupakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang berupa susuk yang terbuat dari jenis karet plastik yang berisi hormon, dipasang pada lengan atas. Implan dapat digunakan untuk jangka panjang 3-5 tahun dan bersifat reversibel. Keuntungan dari kontrasepsi implan adalah efektivitasnya tinggi sebesar 99% untuk mencegah kehamilan selama 3 tahun (angka kegagalan implan, 1 per 100 wanita per tahun dalam 3 tahun pertama), hal ini sama dengan efektivitas AKDR, namun implan memiliki persentase kegagalan yang lebih kecil yaitu sebesar 0,05%, sedangkan AKDR memiliki persentase kegagalan sebesar 0,8%.
Implan merupakan pilihan kontrasepsi yang efektif, aman, dan nyaman bagi wanita. Implan sekali terpasang tidak perlu mengingat setiap hari. Implan berisi levonorgestrel yang merupakan hormon progesterone.
Salah satu yang mempengaruhi kepuasan dalam menggunakan implan adalah masalah atau efek samping yang timbul. Beberapa efek samping penggunaan implan antara lain gangguan siklus menstruasi, berat badan naik/turun, nyeri payudara, masalah jerawat, depresi, atau yang lainnya.[1] Berikut uraiannya.
Bahaya &Efek Samping KB Implan
- Haid jadi tidak teratur atau tidak haid sama sekali.
- Darah haid menjadi lebih banyak atau lebih sedikit.
- Keluar flek atau bercak darah ketika tidak sedang haid.
- Mengalami kenaikan berat badan.
- Sakit kepala.
- Muncul jerawat.
- Payudara terasa nyeri.
- Rasa sakit, infeksi, dan bekas luka di kulit tempat susuk dimasukkan atau implan.
- Penggunaannya tidak bisa dihentikan sendiri, melainkan harus ke layanan kesehatan.
Meskipun memiliki sederet efek samping yang mungkin mengganggu bagi sebagian orang, KB implan tetap mempunyai keunggulan tersendiri dibanding KB yang lain. Apa saja?
Kelebihan KB Implan
- Mempunyai efektivitas yang tinggi.
- Bebas dari pengaruh estrogen.
- Kesuburan bisa kembali normal setelah implan dicabut.
- Tidak perlu minum pil setiap hari atau rutin melakukan penyuntikan setiap bulan, sehingga meminimalisir risiko lupa dengan jadwal KB.
- Tidak mengganggu produksi ASI (air susu ibu).
- Tidak mengganggu hubungan seksual.
Proses Pemasangan KB Implan
Dilansir dari Alodokter, apabila pemasangan KB disetujui, maka dokter biasanya akan melakukan tes kehamilan dan menganjurkan Anda untuk memakai alat kontrasepsi lain yang sifatnya non hormonal, seperti kondom selama 1 minggu. Pemakaian alat kontrasepsi lainnya tak diperlukan apabila ketika pemasangan, Anda sedang mengalami menstruasi, yakni pada 5 hari pertama siklus haid.
Proses pemasangan KB implan dimulai dengan penyuntikan bius lokal di bagian bawah lengan Anda. Kemudian, dokter atau bidan akan memasukkan KB implan menggunakan alat khusus. Apabila susuk sudah ditanamkan, maka dokter atau bidan atau memerban lokasi pemasangan KB implan. Perban biasanya boleh dilepas setelah beberapa hari.
Pantangan Setelah KB Implan
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, KB implan biasanya akan dipasang di bagian lengan. Setelah pemasangan susuk atau KB implan, salah satu pantangannya sebaiknya Anda tidak mengangkat barang berat dulu selama beberapa hari. Hal ini perlu diperhatikan agar Anda tidak mengalami rasa nyeri atau bahkan infeksi di bagian yang telah diimplan.
Selain itu, jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, sebaiknya perhatikan juga kandungan obatnya. Konsultasikan dengan dokter bila perlu, agar efek dari obat-obatan tidak berbenturan (kontraindikasi) dengan kandungan pada KB implan.
Dalam beberapa hari setelah perban sudah boles dilepas dan tidak ada keluhan apapun, Anda sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Untuk meminimalisir beberapa efek samping dari KB implan, Anda bisa menjaga pola makan Anda dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, menjaga pikiran supaya tidak mudah stres, dan lain-lain.
[1]Amran, HF. 2019. Analisis Efek Samping Penggunaan Metode Kontrasepsi Implan di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Jurnal Medika Usada. 2(2): 6-15.



Leave a comment