Semua Tentang Tren Bibir Seksi dengan Filler yang Viral di Internet
Tak hanya wanita dewasa, sudah banyak remaja berusia 18 tahun ke atas ingin mencoba tren bibir seksi yang sempat viral di internet (TikTok). Untuk mengubah bibir yang bentuknya biasa dan cenderung tipis menjadi penuh dan seksi, dibutuhkan prosedur estetika bernama filler. Namun, sebelum mencoba tren ini, sebaiknya Anda mengetahui seluk-beluknya seperti berikut.
Apa Itu Filler Bibir?
Sebelum mengetahui definisi filler bibir, Anda harus paham sedikit tentang dasarnya. Ini adalah prosedur kecantikan yang dikembangkan dari dermal filler. Dermal filler merupakan sekelompok produk yang dipakai untuk menghaluskan, menyamarkan garis kerutan, mencegah tanda penuaan, dan membentuk anatomi tubuh sesuai keinginan pasien.[1]
Mengusung konsep yang dapat mengubah bentuk atau lekukan tubuh, dermal filler biasa digunakan untuk membentuk bibir dan inilah yang dinamakan filler bibir. Sebagai salah satu perawatan non-invasif yang terbilang populer, daerah bibir memang umum di-filler.
Dilansir dari allure, filler tidak hanya akan memperbaiki garis dan bentuk bibir, tetapi juga mengisi bagian bibir yang dirasa kurang. Hal ini membuat proporsi bibir yang asimetri menjadi lebih seimbang dan bervolume, sehingga membuatnya terlihat tebal dan seksi. Selain itu, masih ada banyak manfaat dari filler bibir yang bisa Anda rasakan.
Manfaat Filler Bibir
Sebagian besar pasien yang ingin suntik filler di bibir tidak hanya mendambakan keindahan, tetapi juga kesehatan. Dengan suntik filler, konon bibir yang tadinya menghitam dan kasar akibat kekurangan nutrisi bisa berubah menjadi merona dan halus. Ini karena cairan filler bisa menahan kelembapan bibir sekaligus menutrisinya dari dalam.
“Menambah volume bibir dengan filler sebenarnya dapat mengatasi berbagai masalah selain meningkatkan nilai estetikanya,” ungkap Dr. Alexiades, ahli estetika dan kecantikan. “Umumnya, suntik filler di bibir juga bisa dijadikan sebagai solusi untuk mengatasi gangguan pada mulut, khususnya bibir yang memiliki jaringan parut atau luka akibat kecelakaan.”
Seorang remaja yang mengalami cacat bawaan pada bibirnya yang terlalu tipis tampaknya mengalami susah bicara. Diketahui, gadis ini memiliki nada bicara yang kurang tepat dengan suara yang terdengar sengau. Dalam kasus seperti ini Dr. Geraghty menyarankannya untuk melakukan filler.
Memulihkan tampilan bibir yang menjadi lebih alami membuat gadis tersebut bisa berbicara dengan normal. Selain itu, bentuk bibirnya juga akan mempengaruhi wajahnya yang terlihat lebih ideal. Ini juga yang membuatnya semakin percaya diri untuk bersosialisasi.
Varian Filler Bibir
Bagi Anda yang ingin mencoba injeksi filler bibir, sebaiknya memilih produk yang tepat. Macrene Alexiades MD, ahli kulit dari New York, mengatakan, ada dua kategori utama yang dipakai untuk filler bibir, yakni asam hialuronat dan biostimulator.
Umumnya, dokter kulit akan menyarankan Anda menggunakan hyaluronic sebagai pengisi bibir, apalagi jika Anda baru pertama kali ingin melakukan prosedur ini. Cairan filler hyaluronic merupakan pengisi berbasis asam dengan sifat sementara, reversibel, dan mudah diisikan ke bagian bawah kulit bibir yang tipis.
“Ketika asam hialuronat diinjeksikan ke bibir, zat tersebut akan segera bekerja untuk menarik air dan stabil di bagian bibir yang disuntik,” jelas Alexiades. “Ini akan cepat membuat bibir tampak bervolume dan tidak membutuhkan downtime yang lama.”
Sementara itu, biostimulator merupakan zat yang bersifat memperbaiki dan bukan sebagai estetika. Umumnya, ini dipakai jika kondisi bibir cenderung parah dan tidak bisa menerima asam hialuronat sebagai pengisi. Fungsi utama biostimulator adalah untuk menghentikan pengerutan pada bibir dan membuat garis bagian atas dan bawah menjadi lebih tebal.
Selain harus mengetahui zat apa yang akan disuntikkan, umumnya dokter akan memberitahu Anda apa saja persiapan yang harus dilakukan sebelum suntik filler. Lakukan langkah di bawah ini sebelum Anda melakukan prosedur filler supaya hasilnya lebih maksimal.
Persiapan Sebelum Filler Bibir
- Tidak memiliki riwayat diabetes.
- Tidak merokok dan minum alkohol.
- Tidak mengonsumsi suplemen diet.
- Tidak minum obat pengencer darah.
- Hindari makanan dengan kandungan vitamin E tinggi dan minyak ikan.
Selain itu, Anda juga harus mengecek kesehatan karena tidak semua orang cocok dengan filler bibir. Dilansir dari Kompas, ada efek samping yang bisa terjadi jika Anda tidak cocok dengan zat yang disuntikkan atau kurang mempersiapkan diri, seperti pembengkakan, eritema, dan nodul. Efek samping yang muncul akan bervariasi pada tiap orang, tergantung dari kondisi kesehatan dan dietnya.
[1] Mawu, Ferra O. 2018. Dermal Filler. Jurnal Biomedik Universitas Sam Ratulangi Manado, Vol. 10(2): 71-79.


Leave a comment