Polymorphous Light Eruption, Alergi Matahari dengan Gejala Kulit Serius
Ada banyak manfaat dari sinar matahari, seperti meningkatkan kadar vitamin D pada tubuh anak untuk mencegah alergi, karena anak dengan kadar vitamin D rendah mudah terkena alergi.[1] Kendati demikian, ada beberapa orang yang justru alergi dengan sinar matahari, yakni mengalami Polymorphous Light Eruption (PMLE).
Jenis-Jenis Alergi Matahari
Dilansir dari Harvard Health Publishing, tidak ada orang yang benar-benar alergi terhadap matahari. Namun, beberapa orang cukup sensitif terhadap jenis sinar matahari tertentu dan mungkin mengalami reaksi ringan hingga serius setelah menghabiskan waktu di bawah sinar matahari.
Salah satu jenis alergi matahari yang terbilang cukup umum adalah PMLE. Ini adalah sebuah kondisi autoimun pada kulit akibat paparan sinar matahari. Sementara itu, jenis alergi matahari lainnya adalah solar urticaria (gatal-gatal dan bercak kemerahan yang biasanya mulai 30 menit hingga dua jam setelah paparan sinar matahari), actinic prurigo (papula dan nodul yang sangat gatal pada area kulit yang terpapar sinar matahari), dan reaksi fotoalergi.
Ada juga kondisi yang membuat kulit alergi terhadap sinar matahari akibat zat allergen. Contohnya, ketika sinar UV dari matahari mengubah struktur kimia obat atau produk yang dioleskan ke kulit, sehingga seseorang mengembangkan alergi terhadap zat yang baru yang dimodifikasi tersebut.
Orang Berisiko PMLE
Orang yang memiliki PMLE memiliki sel kekebalan yang dipicu oleh sinar matahari, yang menyerang kulit mereka, dan mereka mengembangkan reaksi kulit terhadap sinar ultraviolet (UV) matahari. PMLE mewakili 70% dari semua erupsi kulit akibat sinar matahari. Ini dapat mempengaruhi semua jenis kulit, dan biasanya dimulai ketika seseorang beranjak dewasa. PMLE mungkin merupakan kondisi yang diturunkan.
Meskipun begitu, PMLE lebih sering terjadi pada gadis yang tinggal di daerah beriklim sedang. Orang-orang yang tinggal di daerah beriklim sedang menghabiskan sepanjang musim dingin di luar sinar matahari, jadi ketika cuaca menjadi lebih hangat, paparan sinar matahari sangat intens. Orang yang tinggal di iklim yang lebih hangat tidak jarang berurusan dengan PMLE karena mereka terkena paparan sinar matahari yang lebih banyak sepanjang tahun.
Gejala PMLE
PMLE dapat muncul beberapa jam atau hari setelah paparan sinar matahari, biasanya selama musim semi atau di awal musim panas. Area tubuh yang umumnya paling terpengaruh adalah area yang tertutup selama musim dingin, tetapi tidak di musim panas, seperti leher, dada, dan bagian luar lengan.
Setelah terpapar sinar matahari, penderita PMLE biasanya mendapatkan bercak kemerahan di kulit mereka. Bintik-bintik ini mungkin terasa gatal, terbakar, dan menyengat, tetapi biasanya tidak meninggalkan bekas luka. Dalam kasus yang lebih parah, bintik-bintik kemerahan akan menutupi sebagian besar tubuh diiringi sakit kepala, demam, kelelahan, dan tekanan darah rendah.
Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, temui penyedia layanan kesehatan darurat untuk evaluasi. Jika Anda berpikir Anda menderita PMLE atau alergi matahari lainnya, dokter kulit adalah dokter terbaik untuk mengevaluasi dan merawat kondisi kulit Anda.
Pengobatan PMLE
Lesi PMLE sering membaik dalam waktu sekitar 10 hari, dan penting untuk menghindari paparan sinar matahari sampai Anda sembuh. Orang yang mengembangkan PMLE dapat mengalami ketidaknyamanan yang signifikan dan kehidupan mereka terkena dampak negatif selama musim semi dan musim panas.
Namun, paparan sinar matahari yang berulang dapat membuat PMLE lebih kecil kemungkinannya untuk terjadi. Efek pengerasan, demikian sebutannya, berarti bahwa lesi kulit yang muncul setelah episode pertama tidak terlalu parah, dan dapat ditoleransi dengan lebih baik selama tahap berikutnya.
Perawatan terbaik untuk mencegah PMLE adalah dengan mencegah paparan sinar matahari. Hindari sinar matahari saat terik (dari pukul 10 pagi hingga 4 sore), dan gunakan pakaian pelindung UV atau pakaian yang terbuat dari kain yang lebih gelap dan tebal, karena akan mencegah sinar UV yang berasal dari matahari mencapai kulit Anda. Topi dengan pinggiran lebar juga baik untuk melindungi kulit kepala, wajah, dan sebagian leher Anda.
Tabir surya spektrum luas yang melindungi kulit Anda dari sinar UVA dan UVB harus digunakan setiap hari, meskipun cuaca mendung. Oleskan tabir surya pada wajah dan bagian kulit manapun yang tidak tertutup topi atau pakaian. Oleskan kembali tabir surya setiap dua jam, dan jika Anda pergi berenang atau berkeringat, aplikasikan kembali lebih sering (tabir surya tahan air juga harus dioleskan kembali).
Jika Anda mengalami PMLE, area kulit yang terkena dampak dapat diobati dengan steroid dan obat yang mengurangi respons imun, seperti azathioprine. Antihistamin dan Hydroxychloroquine juga bisa mengobati reaksi alergi PMLE. Sementara itu, untuk obat alami, Anda dianjurkan menggunakan ekstrak polypodium leucotomos.
[1] Herlinawati, Sri W. 2018. Pengaruh Vitamin D dari Pajanan Sinar Matahari terhadap Kadar Interleukin 4 dan Imunoglobulin E Total pada Anak dengan Faktor Risiko Alergi (Atopi) (Disertasi). Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan UGM.


Leave a comment