Penyebab Tato Bisa Pudar dan Cara Merawatnya
Tato adalah salah satu kegiatan seni menggambar pada kulit tubuh menggunakan alat sejenis jarum dan ditunjang alat-alat canggih lainnya sebagai bentuk simbol kebudayaan, bentuk ekspresi diri, hingga fashion.[1] Meskipun tato dengan jarum memiliki sifat permanen, beberapa orang merasa bahwa tinta tatonya pudar. Distorsi pada tato memang bisa terjadi dan ini adalah hal yang wajar. Lalu, apa saja penyebabnya?
Penyebab Tato Pudar
Sebelumnya, tato dianggap sebagai hal yang negatif. Banyak orang menilai, individu yang memakai tato adalah mereka yang kerap bertindak kriminal. Seiring berjalannya waktu, tato kini menjadi sebuah seni yang indah. Banyak orang ingin membuat tato dengan alasan fashion dan jati diri.
Sebenarnya, tato sudah lama dikenal di Indonesia dan dijadikan sebagai simbol. Bahkan, nenek moyang menggunakan tato sebagai tanda kepercayaan dan identitas suku atau ras. Secara tradisional, tato tidak bersifat permanen, karena terbuat dari bahan-bahan alami, di antaranya daun, akar, darah hewan, dan abu tulang atau abu kayu. Seiring berjalannya waktu, tato dibuat menggunakan tinta khusus yang bisa bersifat permanen.
Meskipun sifatnya tidak bisa hilang, bukan berarti tato tidak bisa pudar. Dilansir dari allure, tinta tato tidak hanya bisa memudar, tetapi pola garis pada tato juga bisa berubah dan menyebabkannya berubah bentuk. Ada banyak alasan mengapa tato bisa memudar atau berubah bentuk, di antaranya lokasi tato, warna, jenis pigmen, paparan sinar matahari, dan kualitas.
Kualitas produk adalah hal paling penting jika Anda ingin mendapatkan tato yang bagus dan tidak mudah pudar. Tato berkualitas premium bisa Anda dapatkan dengan cara melakukan reservasi di studio tato dengan artis profesional dan bukan amatir. Ada perbedaan cara menggores tinta tato yang dilakukan oleh ahli dan orang awam. Kebanyakan amatir yang masih belajar cara menato akan menggoreskan tinta di permukaan kulit, sedangkan ahli atau profesional artis akan meletakkan tinta hingga ke dalam kulit.
Semakin dalam jarum tato yang dimasukkan ke dalam kulit, akan membuat warna tato lebih terlihat jelas dan tahan lama. Hal ini berbeda jika Anda menusukkan jarum tato hanya di bagian luar kulit atau lapisan epidermis kulit. Ini akan membuat pigmen mudah dihapus dan warnanya akan lebih pucat. Tato seperti ini tentu tidak bisa dibilang bagus, meskipun motifnya cantik.
Faktor lain yang memengaruhi pudarnya tato Anda adalah kebiasaan buruk yang mungkin tidak Anda sadari. Beberapa ahli menyarankan untuk menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat jika Anda memiliki tato di bagian tubuh yang tertutup. Gesekan kain, terutama kain dengan sifat kasar dan kaku seperti jeans, dapat membuat lapisan kulit Anda menipis dan menggosok tinta pada tato. Sehingga, tidak hanya warna tato yang pudar, tetapi juga kulit Anda berisiko infeksi.
Kebiasaan buruk lain yang memicu perubahan warna pada tato adalah makan makanan berlemak dan merokok. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan mengonsumsi banyak lemak jenuh akan meningkatkan jumlah lemak dalam tubuh yang membuat beberapa bagian tubuh menggelembung atau bengkak. Ini membuat kulit Anda merenggang dan tinta tato yang ada di bagian bawah kulit juga akan ikut merenggang. Sehingga, menyebabkan distorsi atau gangguan pada tato, seperti pemudaran atau perubahan bentuk. Kondisi ini juga bisa dialami oleh wanita hamil yang mengalami fluktuasi berat badan selama kehamilan.
Sementara itu, rokok dapat membuat kulit Anda menjadi lebih kusam dan mengalami penurunan kadar kolagen. Kulit yang kusam dan kekurangan kolagen akan membuat tinta tato menjadi lebih gelap dan ada beberapa pigmen yang bisa berubah warna akibat penggelapan kulit. Ini sebenarnya tidak akan membuat tato Anda menjadi pudar, hanya saja bisa berubah bentuk di bagian pinggirnya.
Cara Merawat Tato
Supaya tato Anda tidak mudah pudar dan terdistorsi, sebaiknya Anda tidak melakukan kebiasaan buruk, seperti memakai pakaian ketat, merokok, dan makan makanan berlemak. Selain itu, Anda juga perlu merawat kulit Anda yang ada tatonya. Merawat kulit dengan memperhatikan kelembapan dan keelastisannya akan membuat tato Anda tidak kusam dan tidak mudah pudar.
Selain itu, pastikan Anda selalu memakai tabir surya jika Anda akan bepergian. Sinar matahari tidak hanya merusak kulit, tetapi juga tato Anda. Tinta tato yang sering terpapar sinar matahari akan mengalami perubahan warna menjadi lebih cerah, sehingga tato terkesan pudar.
[1] Amanda, Resty, Sri Narti, Bayu Risdiyanto. 2019. Analisis Makna Tato sebagai Media Ekspresi Diri. Jurnal Professional Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Dehasen Bengkulu, Vol. 6(2): 68-77.



Leave a comment