Dosis & Cara Pakai Obat Sariawan Kandistatin Drop untuk Bayi
Sariawan bisa menyerang siapa saja dan termasuk penyakit yang mengganggu. Sariawan dapat disebabkan oleh salah satu atau kombinasi dari beberapa kondisi, seperti cedera karena tergigit atau kesalahan dalam menyikat gigi, penyakit autoimun seperti lupus, infeksi jamur, virus, atau bakteri di mulut atau bagian tubuh lainnya, hingga karena kondisi tertentu, seperti perubahan hormon, kekurangan nutrisi, stres, merokok, dan juga faktor genetik.[1] Untuk mengatasi sariawan karena infeksi jamur pada bayi, anak-anak, atau dewasa, dokter biasanya meresepkan obat seperti Kandistatin Drop.
Apa Itu Kandistatin Drop?
Kandistatin Drop merupakan obat dalam sediaan suspensi atau cair produksi Metiska Farma yang digunakan untuk mengobati sariawan di mulut akibat pertumbuhan jamur. Obat ini tersedia di apotek dalam kemasan botol isi 12 ml yang dibanderol dengan harga Rp59.532 per botol. Kandistatin mengandung zat aktif Nystatin yaitu obat anti jamur yang bekerja dengan merusak sel jamur dan menghentikan pertumbuhan jamur Candida pada rongga mulut, tenggorokan, usus, dan alat kelamin wanita.
Kandungan Nystatin dalam obat Kandistatin mempunyai sifat anti-jamur. Nystatin sendiri kerap digunakan untuk mengatasi berbagai jenis jamur, seperti Candida albicans, C. parapsilosis, C. tropicalis, C. guilermondi, C. pseudotropicalis, C. krusei, Torulopsis glabrata, Tricophyton rubrum, T. mentagrophytes.
Kandidiasis oral dapat terjadi pada bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Penyakit ini umumnya muncul pada bayi atau orang yang mempunyai defisiensi imunitas. Gejala pada penyakit ini ditandai dengan munculnya lesi putih pada lidah dan juga di area mulut lainnya. Penyakit tersebut dapat digolongkan sebagai sariawan. Meski demikian, sariawan juga dapat disebabkan oleh berbagai hal. Sebelum memakai obat Kandistatin, Anda harus memastikan bahwa sariawan yang Anda alami akibat infeksi dari jamur Candida, bukan disebabkan oleh hal lain.
Dilansir dari Honestdocs, Nistatin bekerja dengan cara mengikat sterol dalam membran sel jamur yang peka terhadap obat Kandistatin. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan permeabilitas membran dan kebocoran komponen intrasel yang menyebabkan kematian jamur. Akan tetapi, nistatin tak menunjukkan aktivitas berarti pada bakteri, protozoa, atau virus. Oleh sebab itu, obat Kandistatin Drop disebut-sebut lebih ampuh untuk mengobati infeksi jamur.
Dosis Kandistatin Drop
- Dewasa: 4 kali sehari 1-2 ml
- Bayi dan anak-anak: 3-4 kali sehari 1 ml
- Profilaksis: 1 kali sehari 1 ml
Dosis Kandistatin Drop di atas merupakan dosis yang umum. Untuk lebih pastinya, sebaiknya ikuti saran dan petunjuk dari dokter.
Aturan & Cara Pakai Kandistatin Drop untuk Bayi
- Gunakan drops untuk mengambil obat Kandistatin dari botol sesuai dengan dosis yang disarankan.
- Teteskan setengah dosis Kandistatin Drop pada rongga mulut bagian kanan dan setengahnya lagi pada rongga mulut bagian kiri.
- Diamkan obat Kandistatin Drop selama mungkin di dalam mulut sebelum ditelan.
- Lanjutkan pemberian dosis minimal 48 jam setelah gejala berkurang.
- Gunakan obat Kandistatin Drop dengan jarak waktu yang sama dan di jam yang sama setiap harinya.
- Apabila ada dosis yang terlewat karena lupa, maka segera gunakan obat Kandistatin Drop saat ingat. Hal ini dilakukan apabila dosis obat berikutnya masih lama.
- Hindari menggandakan dosis Kandistatin Drop untuk menggantikan dosis yang terlewat.
Kandistatin Drop disebut sebagai obat yang relatif aman digunakan, bahkan untuk jangka panjang. Kandistatin juga dapat terabsorpsi di dalam mulut, sehingga tak banyak obat yang masuk ke saluran pencernaan. Meski demikian, ada beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi Kandistatin, yakni sebagai berikut.
Efek Samping KandistatinDrop
- Diare
- Mual dan muntah
- Ruam merah pada kulit
- Nyeri lambung
Selain itu, ada juga efek samping lain yang mungkin terjadi namun sangat jarang, seperti Urticaria atau kaligata maupun Steven-Johnson syndrome. Apabila Anda mengalami gejala efek samping seperti yang telah dijelaskan, sebaiknya segera hentikan pemakaian obat dan berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.
[1]Tim Admin Grup Sharing ASI-MPASI (SAM). 2015. Superbook for Supermom: Bagian 3. Jakarta: Fmedia.



Leave a comment