Penyebab Nyeri Haid Berlebihan, Tanda Menstruasi Tidak Normal
Bagi sebagian besar wanita, nyeri dan kram saat haid adalah hal yang wajar. Meskipun begitu, tak jarang beberapa wanita mengalami nyeri dan kram tak tertahankan saat menjelang menstruasi atau saat menstruasi. Nyeri dan kram yang begitu hebat saat menstruasi, tampaknya patut diwaspadai. Bisa jadi nyeri tersebut adalah tanda bahwa haid Anda sedang tidak normal.
Nyeri pada Menstruasi yang Normal
Dilansir dari Women’s Health, nyeri saat haid adalah hal yang wajar jika Anda masih bisa bertahan dan tidak pingsan karena rasa sakitnya. Apalagi jika kram dan nyeri hanya berlangsung selama 3 hingga 4 hari saja, itu hal yang normal. Christine Masterson, MD, dari Medical Group di New Jersey, mengatakan, kram dan nyeri saat menstruasi diakibatkan oleh penumpukan lapisan rahim selama siklus menstruasi Anda. Rahim akan merespon penumpukan lapisan tersebut dengan kram, sebagai metode untuk mengendalikan perdarahan selama haid.
Jika Anda mengalami pendarahan yang banyak atau penggumpalan darah saat menstruasi, biasanya rahim juga akan mengalami kejang. Kejang pada rahim hanya sebentar, ini adalah upaya rahim untuk mengeluarkan darah kotor dari tubuh Anda. Kejang pada rahim yang tidak lama dan dapat hilang dengan sendirinya adalah hal yang wajar.
Meskipun begitu, Anda perlu waspada jika nyeri haid yang Anda rasakan tidak seperti biasanya. Jika Anda merasa nyeri saat menstruasi yang tak tertahankan di beberapa bagian tertentu, seperti panggul, perut bagian bawah atau samping, lalu diiringi dengan muntah, diare, dan pendarahan, segeralah berkonsultasi kepada dokter.
Tanda Menstruasi Tidak Normal
Perhatikan rasa nyeri yang Anda alami saat menstruasi. Beberapa wanita kadang tidak menyadari jika mereka memiliki gangguan pada sistem reproduksinya yang berimbas pada siklus menstruasi. Salah satu gangguan yang paling umum diderita oleh kaum Hawa saat menstruasi, yaitu dismenore.
Dismenore merupakan kondisi medis yang terjadi saat haid dan dapat mengganggu aktivitas. Dismenore ditandai dengan nyeri atau kram secara berlebihan pada perut bagian bawah atau pinggul. Nyeri berlebihan akibat dismenore ini juga terasa sebelum menstruasi. Rasa nyeri tersebut akan diimbangi dengan rasa mual, muntah, diare, pusing, hingga pingsan.
Untuk mengatasi dismenore, Anda tidak bisa sembarangan mengonsumsi obat. Anda harus mengunjungi dokter kandungan terlebih dahulu. Biasanya, dokter akan memberikan obat sebagai terapi. Beberapa obat yang sering diresepkan pada pasien, yaitu asam mefenamat, ibuprofen, aspirin, paracetamol, dan diklofenak.[1]
Nyeri haid berlebihan juga dialami oleh wanita yang terkena fibroid rahim. Fibroid rahim merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal di uterus. Pertumbuhan sel ini dapat meningkat secara luas hingga ke permukaan lapisan rahim. Inilah penyebab nyeri haid yang tidak tertahankan dan pendarahan yang terjadi secara intens saat menstruasi.
Untuk mengatasinya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Seorang wanita memiliki risiko tinggi terkena fibroid rahim jika mereka terlahir dari keluarga yang memiliki kondisi fibroid lahir (penyakit ini dapat diturunkan secara genetik). Dalam hal ini, Anda akan menjalankan beberapa jenis pemeriksaan.
Setelah itu, dokter biasanya akan meresepkan pil KB dosis rendah untuk mengatasi rasa nyeri saat menstruasi. Jika fibroid rahim tergolong parah, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani operasi. Terapi menggunakan obat tertentu biasanya juga bermanfaat untuk meredakan nyeri dan menghilangkan fibroid rahim.
Radang panggul adalah salah satu permasalahan lain yang menjadi alasan nyeri hebat saat haid. Penyakit yang lebih dikenal dengan nama PID (Pelvic Inflammatory Disease) ditandai dengan keputihan sebelum menstruasi dan rasa nyeri serta kram hebat saat menstruasi. PID sendiri juga disebut sebagai gejala infeksi serius pada rahim, ovarium atau tuba falopi.
Pengobatan khusus dan terapi sangat diperlukan untuk mengatasi PID. Pasien memerlukan beberapa macam pemeriksaan terlebih dahulu sebelum dilakukan perawatan dan pengobatan. Apabila PID tidak segera diatasi, pasien akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan keturunan.
Agar Anda tidak terkena penyakit atau gejala yang berkaitan dengan sistem reproduksi di atas, sebaiknya Anda selalu menjaga kesehatan sistem reproduksi. Selain itu, minumlah suplemen atau vitamin yang dapat mencegah nyeri berlebihan saat menstruasi. Ini akan membantu Anda mencegah gejala gangguan-gangguan tersebut.
[1] Rustam, Erlina. 2015. Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Terhadap Nyeri Haid (Dismenore) dan Cara Penanggulangannya. Jurnal Kesehatan Andalas Padang, Vol. 4(1): 286-290.



Leave a comment