Kurang Percaya Diri Gara-Gara Gusi Hitam? Ini Cara Alami Terbaru Memerahkan Gusi

Ilustrasi: gigi dan gusi (sumber: dentaldost.com) Ilustrasi: gigi dan gusi (sumber: dentaldost.com)

Selain gigi, gusi juga termasuk area rongga mulut yang perlu dijaga keindahan dan kebersihannya. Beberapa orang terkadang merasa kurang percaya diri karena memiliki gusi yang hitam. Lantas, adakah cara alami untuk memerahkan gusi yang menghitam? Simak ulasannya berikut ini!

Gangguan dan Penyakit Gusi

Jaringan lunak sekitar mahkota gigi disebut gusi. Biasanya gusi berwarna merah muda. Tetapi kadang-kadang ada juga gusi yang warnanya agak kecokelat-cokelatan. Warna ini disebabkan karena dalam gusi ada zat pewarna yang disebut pigmen. Gusi yang sehat melekat erat sekitar mahkota gigi. Pinggiran dari gusi yang sehat kelihatannya tipis (tidak menggelembung) dan mengilap. Gusi yang tidak sehat mempunyai pinggiran yang menggelembung dan seringkali gusinya berwarna merah. Gunanya gusi adalah untuk melindungi serabut-serabut halus yang mengikat akar gigi kepada tulang rahang.[1]

Gusi yang sehat berwarna pink collar. Gusi yang tidak sehat seringkali berdarah dan mengalami pembesaran. Gusi yang seperti itu berarti telah terinfeksi oleh bakteri, atau disebut gingivitis.[2]

Hasil suatu penelitian menunjukkan bahwa hampir 90% dari mereka yang menderita penyakit gusi sadar bahwa mereka menderita sakit gusi yang disebut gingivitis atau periodontitis. Penyakit gusi adalah penyebab utama gugurnya gigi pada orang dewasa terutama usia setengah baya ke atas, karena umumnya di atas usia 35 tahun laju pembusukan gigi akan berkurang.

Baca juga:  Cara Memutihkan Badan Dengan Cepat Secara Alami Maupun Kimia yang Aman

Gusi yang berdarah akibat sikat gigi atau napas yang berbau kurang sedap dapat merupakan gejala gingivitis. Penyakit ini diakibatkan terselipnya plak atau sisa-sisa makanan di celah antara gigi sehingga terjadi peradangan pada gusi. Luka-luka kecil yang terjadi di permukaan gusi yang meradang tersebut menyebabkan gusi mudah berdarah. Bakteri-bakteri yang hidup dengan subur dalam plak tersebut akan mengeluarkan gas sewaktu mencerna makanannya. Jika dihasilkan dalam jumlah yang cukup banyak gas ini akan tercium sebagai napas yang kurang sedap.

Gingivitis yang dibiarkan berlarut-larut dapat juga berkembang menjadi penyakit yang lain yaitu periodontitis. Kata gingivitis berarti peradangan gusi, sedangkan periodontitis berarti peradangan pada jaringan yang mendukung gigi. Periodontitis disebabkan oleh bakteri yang sebelumnya telah menyebabkan gingivitis. Peradangan ini akan menghancurkan serat-serat pengikat gigi sehingga gigi akan tidak terpancang lagi dengan kuat dan akhirnya terlepas. Selanjutnya, pembengkakan pada jaringan gusi yang disertai pembentukan nanah bisa menyebar ke sekitarnya sehingga gigi lain juga bisa ikut terlepas.[3]

Selain gusi berdarah, gusi yang kurang sehat juga bisa ditandai dengan gusi yang menghitam. Gusi berwarna gelap atau hiperpigmentasi gingiva adalah kondisi di mana warna gusi cenderung gelap atau hitam. Kondisi ini biasanya juga diikuti dengan warna bibir yang hampir senada. Hiperpigmentasi gingiva kadang ditandai dengan warna gusi yang tidak merata.

Baca juga:  Gejala & Terapi Untuk Luka Di Kulit Kepala Akibat Ketombe (Dermatitis Seboroik)

Penyebab gusi hitam adalah tingginya kadar melanin, pigmen alami penentu warna kulit. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat seperti merokok, penyakit tertentu atau konsumsi obat-obatan, pemakaian bahan penambal gigi dari logam seperti amalgam, hingga penyakit periodontal atau radang gusi parah yang tidak diobati. Lantas, bagaimana cara memerahkan atau mengembalikan warna gusi seperti semula? Berikut langkah-langkahnya.

Cara Memerahkan Gusi

Dilansir dari Doktersehat, untuk membuat gusi berwarna merah muda atau pink secara alami, maka Anda wajib menjaga kebersihan mulut. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memilih pasta gigi yang tepat untuk membantu memperbaiki gusi. Kemudian sikatlah gigi dengan benar, yakni sebelum makan. Menyikat gigi setidaknya dilakukan sebanyak 2-3 kali sehari dengan waktu minimal 2 menit. Saat menyikat gigi, sebaiknya lakukan secara berhati-hati dan jangan berlebihan. Pasalnya, menyikat gigi lebih dari 3 kali sehari justru akan merusak email dan membuat gigi jadi sensitif.

Untuk mendukung perawatan gigi supaya lebih bersih, Anda bisa memanfaatkan dental floss (benang gigi) yang tersedia di apotek atau pusat perbelanjaan. Pilih dental floss yang paling nyaman untuk Anda pakai. Langkah lainnya adalah dengan menggunakan obat kumur sebelum menyikat atau 1 jam setelah menyikat gigi. Terakhir, lakukan pemeriksaan gigi secara rutin minimal 6 bulan sekali.

Baca juga:  Kelainan Jantung pada Bayi Bisa Jadi Penyebab Ibu Mengalami Penyakit Jantung Setelah Melahirkan

Selain itu, Anda bisa mencoba teknik Gingiva. Ini adalah bahasa medis untuk gusi. Sementara itu abrasi adalah pengikisan dalam istilah umumnya. Jadi, teknik abrasi gingiva adalah prosedur pengikisan lapisan terluar gusi. Prosedur ini biasanya dilakukan menggunakan bor berkecepatan rendah.

Dokter gigi akan menempatkan bor tersebut di permukaan gusi yang hitam lalu mengikis permukaan gusi yang berwarna hitam. Setelah prosedur selesai, bahan penutup khusus yang dinamakan periodontal pack akan dipasangkan di gusi yang dirawat, agar gusi dapat sembuh dengan baik. Setelah periodontal pack tersebut dibuka, maka akan terlihat jaringan gusi baru yang sehat dan berwarna merah muda.

[Update: Almas]

[1] Sariningsih, E. 2012. Merawat Gigi Anak Sejak Dini (hlm 24-25). Jakarta: Elex Media Komputindo.

[2] Bramantoro, T dkk. 2020. Anak Kuat Berawal Dari Gigi Sehat (hlm 24). Surabaya: Airlangga University press.

[3] Hutapea, AM. 2006. Keajaiban-keajaiban Dalam Tubuh Manusia (hlm 142-143). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*