Manfaat Berhenti Mencukur Bulu Kaki dan Ketiak

Ilustrasi: mencukur bulu ketiak (sumber: liveosumly.com) Ilustrasi: mencukur bulu ketiak (sumber: liveosumly.com)

Mencukur bulu ketiak dan kaki adalah rutinitas para wanita yang ingin tampil percaya diri menggunakan baju yang terbuka. Rutinitas ini memang sedikit menyita waktu, sehingga banyak perempuan yang malas melakukannya. Namun, tak ada salahnya jika Anda berhenti mencukur bulu kaki dan ketiak, karena ada banyak manfaat yang dapat Anda rasakan. Apa saja itu?

Kerontokan Alami

Dilansir dari allure, beberapa wanita merasa mencukur adalah kegiatan rutin yang harus dilakukan jika tidak ingin memiliki bulu kaki dan ketiak tebal. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena ini hanyalah mitos. Menurut seorang dokter kulit dari Miami Miller School of Medicine, berhenti bercukur tidak akan mengubah bentuk, ketebalan, warna, dan tekstur rambut.

Masih dilansir dari sumber yang sama, seorang dokter kulit di New York bernama Sarah Yagerman mengatakan, jika Anda melihat rambut yang tumbuh lebih tebal setelah dicukur, sebenarnya ini hanya karena ujung rambut yang tumpul akibat proses pencukuran sebelumnya. Selain itu, ini adalah bentuk dari reaksi alam bawah sadar Anda ketika melihat sesuatu yang sebelumnya hilang dan muncul kembali.

Baca juga:  Nggak Cuma Baru, Tato Lama Juga Bisa Bikin Infeksi, Alergi, dan Iritasi Kulit

Dengan membiarkan rambut tumbuh dan tidak dicukur lagi, rambut kaki atau ketiak akan mulai kering dan rusak. Sehingga, rambut kaki atau ketiak menjadi terlihat lebih terang dan jarang. Hal ini adalah proses kerontokan alami dari rambut atau bulu tubuh yang tidak dicukur. Jika Anda mencukurnya, maka pertumbuhan rambut di area ketiak dan kaki akan semakin baik, sehingga rambut tidak mengalami kerontokan alami.

Ilustrasi: mencukur bulu kaki

Ilustrasi: mencukur bulu kaki

Tidak Mengalami Kulit Kering

Pisau cukur tidak hanya mengangkat rambut bagian kaki dan ketiak, tetapi juga kulit paling atas. Selain itu, beberapa jenis pisau cukur yang tidak dilengkapi dengan vitamin E mampu menyerap kelembapan kulit saat dipakai, sehingga kulit menjadi lebih kering setelah bercukur. Kekeringan kulit atau biasa disebut dengan xerosis cutis adalah gambaran hilangnya atau berkurangnya kadar kelembapan stratum korneum yang ditandai dengan kulit kasar, bersisik, kurang elastis, dan berkeriput.[1]

Hal ini menjadi alasan beberapa dermatologis menyarankan untuk mengaplikasikan pelembap berupa gel atau petroleum setelah bercukur. Meskipun begitu, Anda harus menghindari produk yang mengandung alkohol dan beberapa bahan kimia berbahaya. Setelah dicukur, kulit memiliki daya serap yang tinggi sebanding dengan tingkat kekeringannya. Sehingga, zat apapun yang dioleskan di atas permukaan kulit akan cepat diserap. Ini juga yang menjadi alasan Anda tidak disarankan memakai deodoran setelah bercukur.

Baca juga:  Tempe VS Tahu, Mana yang Lebih Sehat?

Dengan meninggalkan pisau cukur sekitar seminggu setelah bercukur, kulit Anda akan memperoleh kelembapannnya lagi dari produk pelembap yang Anda pakai. Selain itu, cara ini berfungsi untuk menjaga tingkat kelembapan kulit, sehingga tidak mudah iritasi dan terkena gangguan atau gejala kulit kering lainnya.

Ilustrasi: pisau cukur

Ilustrasi: pisau cukur

Terhindar dari Risiko Iritasi

Diketahui, jika Anda terlalu sering mencukur rambut bagian kaki dan ketiak, kulit di area tersebut akan rentan terhadap iritasi. Hal ini karena pelindung kulit berupa bulu-bulu halus ini telah hilang. Kulit Anda akan mudah terpapar sinar matahari, polusi, dan debu. Selain itu, beberapa orang merasakan adanya perubahan pada kulit bagian kaki dan ketiak yang mulai menggelap akibat hiperpigmentasi.

Selain itu, sering mencukur rambut di bagian kulit ketiak yang sensitif bisa menyebabkan jerawat, alergi, dan ingrown. Jerawat bisa muncul akibat pisau cukur Anda yang terkontaminasi bakteri dan tumpul saat dipakai. Tentunya, jerawat infeksi di kulit ketiak dan wajah berbeda dan biasanya terasa lebih nyeri dan mudah meradang.

Baca juga:  Manfaat & Cara Pakai Krim Malam LBC No 58

Ingrown atau rambut yang tumbuh ke dalam juga sering dijumpai di kulit ketiak yang habis dicukur. Ciri-ciri ingrown hampir sama dengan jerawat, hanya saja tidak bernanah dan meradang. Rambut yang tumbuh ke dalam kulit akan menyebabkan benjolan kecil di permukaan kulit. Benjolan ini bisa semakin besar jika rambut tidak dicabut atau dikeluarkan.

Selain manfaat di atas, dengan berhenti mencukur rambut ketiak dan kaki, kulit Anda akan terhindar dari suhu panas dan dingin. Secara alami, rambut adalah pengontrol suhu kulit yang baik. Jika Anda mencukurnya secara rutin, kulit kaki dan ketiak akan mudah kepanasan atau kedinginan. Inilah yang membuat Anda menjadi rentan terhadap masuk angin.

[1] Kusumaningrum, Ayu Anggraini & Retno Indar Widayati. 2017. Efektivitas Macadamia Oil 10% dalam Pelembap pada Kulit Kering. Jurnal Kedokteran Diponegoro, Vol. 6(2): 347-356.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*