Pentingnya Kalium untuk Ibu Hamil, Mulai dari Mengurangi Kaki Kram Hingga untuk Saraf Janin
Selama berada dalam masa kehamilan, para ibu diwajibkan untuk memenuhi asupan nutrisi yang cukup. Asupan nutrisi ini bukan hanya berfungsi untuk menjaga kesehatan sang ibu saja, tetapi juga menjaga kesehatan janin yang ada dalam kandungan. Salah satu zat yang tak kalah penting untuk dicukupi oleh ibu hamil selama mengandung adalah kalium. Kalium sendiri merupakan mineral sekaligus elektrolit yang penting untuk tubuh. Kalium berperan dalam transmisi sinyal elektrik untuk kontraksi otot, transmisi impuls saraf, dan fungsi jantung.
Menurut Kurniawan (2014), fungsi kalium adalah untuk menurunkan tekanan darah dan menstabilkan debaran jantung yang biasanya dialami oleh ibu hamil. Selain itu, kalium juga membantu pembentukan sistem saraf pada janin dan melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikal bebas.
Manfaat Kalium untuk Ibu Hamil
- Berperan sebagai mineral untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
- Mengurangi kram kaki
- Mengatur tingkat tekanan darah sehat
- Berperan untuk kontraksi otot-otot tubuh
- Pelepasan energi dari nutrisi penting seperti lemak, protein, dan juga karbohidrat
- Transmisi impuls saraf
Kebutuhan Kalium untuk Ibu Hamil
Dilansir dari Boldsky, kebutuhan kalium bagi ibu hamil yang disarankan adalah 4.700 miligram (mg) per hari. Sedangkan untuk ibu menyusui dosis kebutuhan kaliumnya lebih tinggi, sekitar 5.100 mg per hari. Asupan kalium harian bagi ibu yang sedang mengandung memang perlu diperhatikan secara saksama. Pasalnya, asupan yang terlalu tinggi (overdosis) juga dapat menyebabkan kondisi yang berbahaya atau yang lebih dikenal dengan sebutan hyperkalemia. Overdosis kalium pun kabarnya sama bahayanya dengan kekurangan kalium, demikian seperti dikutip dari Theasianparent.
Gejala Ibu Hamil yang Overdosis Kalium
- Nyeri dada
- Mati rasa
- Kesemutan
- Kelelahan ekstrem
- Detak jantung tidak teratur
- Fungsi paru yang tak teratur hingga mengakibatkan kesulitan bernapas
Ciri-Ciri Ibu Hamil yang Kekurangan Kalium
- Edema atau bengkak-bengkak selama 7-9 bulan kehamilan
- Detak jantung tidak teratur
- Tekanan darah rendah
- Mati rasa
- Kulit sangat kering
- Kesemutan
- Depresi
- Pusing
- Merasa kelelahan
- Sembelit berat
“Pada umumnya, kadar kalium saat hamil menurun pada saat usia kehamilan pertengahan. Kekurangan kalium juga dapat terjadi pada kondisi mual muntah hebat di awal kehamilan,” kata dr. Riyan Hari Kurniawan, seperti dilansir CNN Indonesia. Lebih lanjut dokter kandungan ini mengatakan, muntah berat atau morning sickness dapat berakibat pada kurangnya kadar kalium pada tubuh ibu hamil. Muntah dapat membuat kalium terbuang lewat saluran cerna.
Sumber Makanan yang Mengandung Kalium
Kalium sendiri kabarnya memang tak dapat diproduksi secara mandiri dalam tubuh. Oleh sebab itu, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kalium tinggi. Kalium biasanya terdapat pada semua produk makanan yang berasal dari tumbuhan maupun hewan.
Kalium bisa didapatkan misalnya saja dari sayuran seperti wortel. Dengan meminum secangkir jus wortel, berarti Anda sudah mendapatkan 18% dari kebutuhan harian yang dianjurkan (Ini, 2016). Tak hanya wortel, buah alpukat pun kabarnya juga merupakan sumber kalium yang sangat baik. Setengah buah avokad ukuran sedang mengandung sekitar 540 mg kalium atau 15% lebih tinggi kadarnya dibanding buah pisang.
Selain itu, Anda para ibu hamil juga bisa memenuhi asupan kalium harian dari bahan makanan lain seperti kentang yang dapat Anda fungsikan sebagai pengganti nasi jika merasa mual, lalu ada juga ubi jalar, kacang-kacangan seperti kacang lima, kacang kedelai, dan sebagainya. Kalium juga bisa diperoleh dari susu atau produk susu, sayuran berdaun hijau, sayuran tak berdaun, jamur, buah-buahan seperti pisang, kiwi, jeruk, dan masih banyak lagi.
Anda pun bisa mencukupi kebutuhan kalium harian dari konsumsi suplemen kalium yang tersedia di apotik. Namun sebaiknya Anda jangan sembarangan memilih suplemen kalium untuk diminum. Sebelum mengonsumsi vitamin atau produk suplemen apapun, ibu hamil wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan agar bisa menentukan berapa dosis produk yang tepat dan produk apa yang aman untuk dikonsumsi bagi ibu yang sedang hamil.
Referensi:
Ini, Milda. 2016. Nutrisi Pintar Ibu Hamil dan Menyusui untuk Golongan Darah O. Rahmadi I, editor. Jakarta (ID): Bhuana Ilmu Populer.
Kurniawan, Reiza F. 2014. Khasiat Dahsyat Alpukat: Mengobati & Mencegah Semua Penyakit. Robbani G, editor. Jakarta (ID): Lembar Langit Indonesia.



Leave a comment