Vaksin COVID-19 untuk Ibu Menyusui, Apa Risikonya?

Ilustrasi: vaksinasi COVID-19 (sumber: skata.info) Ilustrasi: vaksinasi COVID-19 (sumber: skata.info)

Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu, seperti COVID-19, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit ini, tidak akan sakit dan hanya mengalami gangguan ringan.[1] Dianjurkan untuk remaja hingga orang dewasa, lalu apa yang terjadi jika vaksin coronavirus diberikan pada ibu yang sedang menyusui?

Risiko COVID-19 pada Wanita Menyusui dan Bayi

Dilansir dari Harvard Health Publishing, beberapa lembaga seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC), American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), dan Society for Maternal-Fetal Medicine (SMFM) merekomendasikan setiap orang menerima vaksin COVID-19, termasuk orang yang sedang hamil dan menyusui.

COVID-19 memang berpotensi berbahaya bagi semua orang. Namun, tidak ada data yang menunjukkan bahwa individu yang menyusui memiliki risiko lebih tinggi untuk infeksi parah. Itu juga berlaku untuk wanita selama periode postpartum (12 minggu pertama setelah kelahiran).

Ilustrasi: ibu menyusui (sumber: healthline.com)

Ilustrasi: ibu menyusui (sumber: healthline.com)

Jika Anda terkena COVID-19 saat menyusui, bayi Anda mungkin terinfeksi melalui kontak dan tetesan pernapasan. Namun, tidak ada laporan yang menunjukkan bahwa COVID-19 ditularkan dari ibu ke bayi melalui ASI. Artinya, ibu yang mengidap COVID-19 dapat terus memberikan ASI kepada bayinya, baik saat menyusui maupun dengan memompa ASI untuk diberikan kepada bayi melalui botol. Ingatlah untuk memperhatikan mencuci tangan dan memakai masker jika terinfeksi virus saat merawat bayi Anda.

Baca juga:  Tidak Harus ke Salon, Ini Tips Mudah Pedicure Sendiri di Rumah

Mendapatkan vaksin selama kehamilan atau selama periode postpartum dapat melindungi ibu dan bayinya setelah lahir. Tidak seperti virus yang ditularkan dari tetesan napas, kekebalan ibu ditularkan melalui ASI. Wanita yang sudah menerima vaksin dan memiliki daya imun lebih juga akan ditularkan pada anak melalui ASI.

Sementara ada banyak jenis vaksin yang diberikan secara massal, ternyata tidak semuanya bisa digunakan wanita menyusui. Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui vaksin Pfizer/BioNTech untuk anak usia 12 tahun hingga 15 tahun dan ibu menyusui. Sementara itu, vaksin Moderna dan Johnson & Johnson memiliki izin penggunaan darurat untuk perempuan menyusui.

Jenis Vaksin untuk Ibu Menyusui

  • Vaksin Pfizer/BioNTech dua dosis: vaksin ini menggunakan mRNA.
  • Vaksin Moderna dua dosis: vaksin ini menggunakan mRNA.
  • Vaksin Johnson & Johnson satu dosis: vaksin ini menggunakan bentuk virus flu biasa yang tidak berbahaya dan dimodifikasi pada manusia yang disebut adenovirus.
Baca juga:  Update Varian Shades Bedak Marcks dan Manfaatnya

Sebuah studi menunjukkan tiga vaksin tersebut efektif dalam mengurangi risiko penyakit parah, rawat inap, dan kematian akibat coronavirus. Vaksin juga membantu mengurangi risiko gejala COVID-19 sedang. Meskipun sangat bermanfaat untuk ibu menyusui, Anda perlu memperhatikan efek samping yang mungkin bisa terjadi.

Ilustrasi: vaksin Covid-19 (unsplash: Brano)

Ilustrasi: vaksin Covid-19 (unsplash: Brano)

Efek Samping Vaksin untuk Ibu Menyusui

Beberapa efek samping vaksin yang mungkin terjadi pada wanita menyusui antara lain, nyeri di lengan bekas suntikan, pembengkakan kelenjar getah bening di lengan bekas suntikan, kelelahan, sakit kepala, dan nyeri otot atau sendi. Selain itu, juga bisa menyebabkan mual, muntah, dan demam.

Efek samping vaksin COVID-19 pada setiap orang berbeda-beda, tergantung dari kondisi kesehatannya. Reaksinya juga tidak selalu buruk dan ini menunjukkan bahwa tubuh Anda sedang membangun daya imun setelah divaksin. Untuk mencegah efek sampingnya, biasanya pihak medis memberikan obat pereda nyeri atau paracetamol.

Para ahli percaya bahwa vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil dan menyusui aman. Meskipun begitu, konon orang yang menyusui tidak termasuk dalam ujicoba vaksinasi, tetapi mekanisme vaksin yang selama ini diberikan pada perempuan yang sedang menyusui terbukti benar.

Baca juga:  Referensi Merk Shampo Bayi Tanpa SLS, Sehat dan Bagus untuk Kulit

Keamanan vaksin terhadap ibu menyusui juga sudah terbukti secara teori. Diklaim, tidak ada virus hidup dalam vaksin mRNA atau Johnson & Johnson yang dapat membuat Anda sakit. Jadi, dipastikan Anda tidak bisa tertular coronavirus atau menularkan virus kepada bayi Anda setelah vaksinasi.

Saat ibu menyusui menerima vaksin, partikel vaksin yang kecil akan diserap sel otot di tempat suntikan, sehingga tidak mungkin masuk ke dalam ASI. Selain itu, ketika busui divaksin, sistem kekebalannya akan mengembangkan antibodi yang melindungi diri dari COVID-19. Antibodi inilah yang akan diteruskan melalui ASI ke bayi. Konon, bayi yang baru lahir dari ibu yang baru saja divaksin dan dalam keadaan menyusui, akan memperoleh daya imun terhadap coronavirus secara langsung.

[1] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Seputar Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*