Ini Perbedaan dan Cara Tepat Menggunakan Toner, Essence dan Astringent
Hingga saat ini, sudah banyak produk perawatan kulit yang beredar di pasaran. Ini adalah bukti bahwa dunia kecantikan semakin berkembang pesat. Beberapa produk yang digemari kaum wanita, yaitu toner, essence, dan astringent. Ketiganya tentu memiliki manfaat yang bisa didapatkan jika Anda mengetahui cara menggunakannya dengan tepat.
Meskipun ketiganya memiliki tampilan dan cara penggunaannya yang berbeda, tetapi masih cukup banyak wanita yang salah paham. Mereka sepertinya kurang bisa membedakan produk-produk tersebut, apalagi saat melihat cairan yang memiliki tekstur hampir sama.
Perbedaan Toner, Essence dan Astringent
Mungkin akan sulit dibedakan jika produk toner, essence, dan astringent tidak dikemas dalam botol yang berbeda atau dikemas dalam kantong plastik biasa. Karena, ketiganya memiliki tekstur yang hampir sama dan kadang warnanya sama. Meskipun begitu, ketiga produk ini memiliki bahan penyusun yang berbeda dengan kegunaan yang berbeda pula.
Dilansir dari allure, toner merupakan salah satu produk perawatan kulit yang bersifat netral dan menjadi produk utama yang digunakan sebelum mengaplikasikan skincare lainnya. Menurut Alicia Yoon, pendiri dan kurator Peach & Lily, toner digunakan setelah pembersihan, dan tugas utamanya adalah menyeimbangkan pH kulit. Setelah Anda membersihkan muka dengan sabun wajah, pH kulit akan lebih basa. Kadar asam yang menipis bisa diatasi dengan toner.
pH kulit yang tidak seimbang pada wajah dapat memengaruhi elastisitas dan kelembapan kulit. Selain itu, jika kulit Anda terlalu basa karena produk sabun wajah, dan tidak segera diatasi dengan toner, wajah akan mudah berkeriput. Mengoleskan toner secara rutin juga salah satu cara untuk membuat kulit terlihat awet muda.
Berbeda dengan toner, astringent merupakan satu produk yang cair dan tidak digunakan untuk menyeimbangkan pH kulit. Ada dua jenis astringent yang beredar di pasaran, yaitu astringent berbasis alkohol dan non-alkohol. Untuk astringent berbasis alkohol, tentunya dengan alkohol sebagai bahan dasarnya. Alkohol sendiri merupakan zat yang dapat melarutkan lemak atau senyawa organik dan bersifat antibakteri.[1]
Dengan alkohol yang memiliki sifat antibakteri dan dapat melarutkan lemak, astringent memiliki fungsi untuk mengatasi kadar minyak berlebih pada kulit. Astringent adalah salah satu produk perawatan kulit yang cocok untuk Anda dengan kondisi kulit berminyak dan berjerawat. Produk ini akan membantu mengeringkan jerawat dengan cepat karena kandungan alkohol di dalamnya.
Sementara, untuk astringent non-alkohol, memiliki bahan dasar witch hazel sebagai pengganti alkohol. Produk ini aman digunakan untuk Anda dengan keluhan alergi atau hipersensitif dengan alkohol. Produk astringent non-alkohol memiliki manfaat yang sama, hanya bahan dasarnya yang berbeda.
Produk astringent tidak dianjurkan untuk Anda yang memiliki kulit kuring. Hal ini karena bahan dasar astringent dapat membuat kulit menjadi lebih kering dan kurang elastis. Nah, bagi Anda yang memiliki kulit cenderung kering, Anda bisa mencoba essence. Teksturnya hampir mirip dengan toner dan astringent, yaitu cair dan mudah dituang. Essence memiliki manfaat untuk melembapkan kulit tanpa membuat kulit menjadi berminyak. Selain itu, essence juga digunakan untuk membuat kulit lebih elastis dan kenyal.
Cara Menggunakan Toner, Essence dan Astringent
- Toner digunakan setelah Anda memakai berbagai macam produk pembersih wajah yang membuat pH wajah menjadi basa, seperti facial wash, facial, foam, dan scrub. Toner akan meningkatkan kadar asam di kulit, sehingga kulit wajah tidak mudah berjerawat dan terkena gangguan kulit lainnya. Toner dapat digunakan pada semua kondisi kulit, mulai kulit normal hingga sensitif.
- Essence digunakan setelah Anda memakai toner, terlebih jika kulit Anda mengering setelah mengaplikasikan toner. Essence akan mengembalikan kelembapan kulit dan membuatnya tampak lebih lembut dan elastis. Essence tidak terlalu cocok digunakan untuk kulit berminyak. Ini karena essence tidak akan mengatasi kelebihan kadar minyak di kulit Anda. Bisa jadi, setelah mengoleskan essence, kulit yang berminyak akan semakin berminyak.
- Astringent alkohol cocok digunakan untuk kulit yang berminyak dan tidak memiliki hipersensitif pada alkohol. Anda bisa memanfaatkan astringent setelah memakai toner.
- Astringent non-alkohol cocok digunakan untuk kulit berminyak dan sensitif, apalagi yang sensitif terhadap alkohol. Produk ini dapat digunakan setelah mengaplikasikan toner.
Cara memakai toner, essence, dan astringent di atas dapat Anda terapkan sehari-hari. Untuk hasil setiap penggunaan produk pada masing-masing individu akan berbeda, tergantung dari kondisi kesehatan kulit masing-masing.
[1] Mursyidi, Achmad. 2002. Alkohol dalam Obat dan Kosmetika. Jurnal TARJIH Program Pascasarjana Ilmu Perbandingan Agama Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Vol. 4.



Leave a comment